Rabu, 18 Februari 2015

Cerita Rakyat Kalimantan: Sejarah Dayak Lundayeh


A. Legenda Dayak Lundayeh
Sampai saat ini belum ada penelitian yang mendalam tentang asal-usul dayak Lundayeh yang dapat dijadikan referensi yang akurat. Namun menurut legenda bahwa nenek moyang dayak Lundayeh berasal dari daratan Cina yang berimigrasi ke bumi Borneo berabad-abad yang lalu. Hal ini dapat dibuktikan dengan benda peninggalan budaya yang ada dalam masyarakat Dayak Lundayeh, seperti tabu’ (guci), rubi (tempayan), patung proslen, bau (manik) dari Cina dan felepet (pedang sejenis samurai).
Nenek moyang dayak Lundayeh masuk melalui sungai Sesayap. Budaya mereka adalah nomaden atau hidup berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah yang lain dengan cara mudik ke hulu sungai. Alasan budaya berpindah-pindah tempat tinggal ini, adalah: pertama karena menghindari dari kejaran musuh; dan kedua untuk mencari lahan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ada beberapa tempat yang diperkirakan pernah menjadi daerah hunian nenek moyang dayak Lundayeh, yaitu di daerah Seputuk dan Kebiran. Di dua derah ini ditemukan kuburan tua dan batang ulin bekas dipotong-potong manusia lama. Oleh karenanya ada yang menyebut bahwa orang Mentarang adalah suku Putuk.
Sumpah tulang badi’ adalah salah satu legenda masyarakat yang menceritakan bahwa jaman dahulu ada dua bersaudara laki-laki dan perempuan yang hidup di Malinau. Demi keamanan dari kejaran musuh, si kakak meminta adik perempuannya mudik ke hulu sungai dan si kakak tetap tinggal di Malinau. Sang kakak bersumpah demi tulang badi’ (seperti sumpah Palapa dari Mahapati Gajah Mada) : “Bahwa tidak akan ada yang boleh masuk ke hulu sungai ini untuk mengganggu hidup adik perempuanku dan sungai Sembuak inilah batasnya”.
Sejak saat itu sang adik perempuan mudik ke hulu sungai dan beranak-pinak di sana. Sedangkan si kakak laki-laki tetap hidup dan beranak-pinak di Malinau. Sesuai dengan sumpahnya, sang kakak menjaga jangan sampai ada yang masuk ke hulu sungai untuk mengganggu adiknya. Sampai-sampai arus balik air-pasang sederas apapun dipercaya akan berhenti di muara sungai Sembuak.
Legenda sumpah tulang badi’ inilah yang dipercaya menjadi cikal-bakal manusia dari suku Tidung di Malinau dari sang kakak laki-laki, dan suku Putuk atau Lundayeh dari sang adik perempuan di hulu sungai.

B. Masuknya Agama Kristen
Sebelum agama Kristen masuk ke daerah Mentarang dan Krayan, masyarakat dayak Lundayeh adalah pemeluk animisme. Mereka percaya pada kekuatan-kekuatan alam-gaib, seperti penyembahan terhadap roh-roh nenek moyang serta benda-benda keramat lainnya.
Untuk mempertahankan diri atau mencari daerah yang menjadi lahan kehidupan, masyarakat tidak segan-segan untuk febunu’ (berperang) dengan komunitas yang lain. Jika seorang pria yang ingin dianggap perkasa, maka ia akan pergi ke daerah musuh untuk mengayau (memotong kepala).
Pada tahun 1932 seorang misionaris CMA (Christian Missionary Aliance) berkebangsaan Amerika bernama Rev. E.W. Presswood bersama isterinya Fiolla Presswood masuk ke wilayah masyarakat dayak Lundayeh di Mentarang dan Krayan menyebar agama Kristen. Pada awalnya masyarakat di Mentarang kurang menanggapi ajaran agama kristen, dan sulit untuk membuang kebiasaan-kebiasaan yang sudah mengakar turun-temurun. Namun dengan dengan tekun dan kesabaran yang tinggi, Presswood terus menyampaikan kabar penyelamatan manusia dari dosa dan mengadakan kebaktian-kebaktian rutin di dalam rumah-rumah penduduk di Mentarang sampai ke daerah Krayan.
Pada tahun 1938 Ny. Fiola Presswod meninggal dunia di Long Berang. Oleh lembaga misi CMA, Presswood diberikan waktu cuti pulang ke USA untuk beristirahat dan menenangkan diri. Sebagai ganti Presswood pada tahun 1939 dikirim, yaitu Rev. John Willfinger untuk melanjutkan misi Kristen di daerah Mentarang dan Krayan.
Pada saat pecah Perang Dunia II, tentara Jepang yang bermarkas di Tarakan datang ke Long Berang untuk menangkap John Willfinger karena dianggap sebagai bagian dari sekutu. Masyarakat Lundayeh pada waktu itu berusaha untuk menyembunyikan John Willfinger di desa-desa sekitar Long Berang, namun John Willfinger tidak ingin masyarakat dayak Lundayeh dilibatkan dan menjadi sasaran pembunuhan tentara Jepang.
Pada tahun 1942 John Willfinger menjadi tawanan Jepang dan dibawa ke Tarakan. Tepat pada hari Natal, yaitu tanggal 25 Desember 1942 di mana orang-orang Kristen seluruh dunia menyambut hari kelahiran Yesus Kristus, seorang hamba Tuhan yang bekerja dalam misi penyelamatan manusia dari dosa, yaitu John Willfinger tewas sebagai martir ditembak oleh tentara Jepang di Tarakan.
Setelah Perang Dunia II usai dan Indonesia telah menjadi negara yang merdeka, pada tahun 1946 Rev. E.W. Preswood kembali datang ke Long Berang dari USA bersama isteri keduanya yaitu Ny. Ruth Presswood untuk melanjutkan misi pelayanan agama Kristen.
Theologi Kristen yang diajarkan oleh E.W Presswood inilah yang menjadi cikal-bakal berkembangnya ajaran agama kristen dengan pesatnya di daerah komunitas dayak Lundayeh, seperti Mentarang, Krayan dan Malinau.
Sumber Data (Lisan):
1. Pdt. Dr. Matias Abay, M.Div
2. Pdt. Buing Udan

Mapala AGNY YOGYAKARTA

Kata orang, masuk Mapala itu bikin capek, kegiatannya ekstrem, thats why, banyak orang yang takut masuk Mapala. Tapi dibalik semua asumsi dan common Understand orang – orang itu, mereka harusnya juga tahu bahwa kehidupan anak – anak Mapala itu kalu uda erat susah loh diputusinnya.
Berbeda dengan organisasi lainnya, di Mapala keanggotaannya tu berlaku seumur hidup loh, so tadi dibilang keakrabannya erat. dari angktan ke angakatan semua adalah keluarga.Begitu halnya dengan Mapala AGNY, diMapala AGNY, semua anggota memiliki ikatan.baik yang seangkatan maupun yang beda.Di MAPALA AGNY, kami bisa latihan bareng, naik gunung bareng, rafting bareng, belajar bareng, bermain bareng, bahkan senang – senang bareng.





Inilah sedikit kenangan saat Diksarku - PELOR Agny

Pecinta Alam ( Mapalaku MAPALA AGNY YOGYAKARTA)

Pencinta alam?emang sich banyak paradigma yang berlaku di masyarakat, tentang Anak pencinta alam katanya kita hanya orang yang cuman bikin susah orang, dan menghabiskan waktunya di lereng dan puncak gunung, di kedalaman gua-gua bumi, atau di kedalaman samudera, tapi ada juga orang yang ingin menjadi seorang pecinta alam(PA) karena katanya sich kita ini mirip kaum penganut kebebasan individu gitu, hehehe Cuma intermezzo lho!!!,sekarang penulis cuman mau sedikit medefinisikan apa sih anak pencinta alam itu? walaupun ini benar - benar definisi pribadi lho!!!.

Pertama pencinta alam itu berasal dari penggalan kata cinta yang artinya kasih, sayang. Kemudian mendapat awalan pen menjadi pencinta yang artinya orang yang melakukan kasih dan sayang dalam hal melestarikan. Dan alam artinya bumi dan seisinya. Pencinta Alam secara umum mempunyai arti bahwa seseorang yang melakukan kasih sayang terhadap alam dengan cara melestarikannya. Dilihat dari artinya saja, bahwa sesorang yang menyatakan dirinya sebagai seorang pencinta alam harus berani menerima dan melakukan konsekuensi di dalamnya yaitu antara lain:

1. Tidak melakukan hal yang bersifat merusak, seperti: menebang pohon atau ranting kemudian dibiarkan begitu saja sebagai maksud setelah kering nanti bisa digunakan untuk pengapian api unggun, Membuang/meninggalkan sampah plastik dan sejenisnya bekas mie instan atau yang lainnya di sembarang tempat.

2) Menjaga dan melakukan pelestarian terhadap lingkungan dengan tidak mengharapkan imbalan dan pujian atau dengan kata lain dilakukan dengan ikhlas. .
Selain kode etik Pecinta Alam, Ada kata bijak yang biasanya juga dijadikan etika bagi kita anak – anak pencinta alam yaitu, Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan mengambil sesuatu kecuali gambar dan Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu.



Dan ini dari penjelasan para anggota luar biasa ( ALB ) tentang seorang pencinta alam, katanya sebenarnya yang utama dari pencinta alam itu tetaplah lingkungan, karena ini embrionya PA dan yang lainnya hanya jadi pelengkap utama. jadi kalo cuman bisa naik - naik gunung atau masuk - masuk gua atau rock climbing…. tapi gak bisa konservasi, pengabdian masyarakat,…jadilah mereka anak PA yang pincang (juga sebaliknya) .Menurutku kelebihan kita sebagai seorang Pencinta Alam: kita orang lapangan yang gila (bukan nekat) dan juga sangat perhatian sosial, juga pinter kematerian lingkungan hidup, setidaknya gitu yang idealnya!!!

. Sesuai namanya, seorang pencinta alam menamakan dirinya manusia yang mencintai alam baik gunung, laut, bukit, gua, padang belantara, dan sebagainya. Tahukah kamu bagaimana semua itu bisa terjadi? Dirunut-runut sih sebetulnya sejarah manusia tidak jauh-jauh amat dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah “rumah” mereka.

Gunung adalah sandaran kepala, padang rumput adalah tempat mereka membaringkan tubuh, dan gua-gua adalah tempat mereka bersembunyi. Namun sejak manusia menemukan kebudayaan, yang katanya lebih “bermartabat”, alam seakan menjadi barang aneh. Manusia mendirikan rumah untuk tempatnya bersembunyi. Manusia menciptakan kasur untuk tempatnya membaringkan tubuh, dan manusia mendirikan gedung bertingkat untuk mengangkat kepalanya. Manusia dan alam akhirnya memiliki sejarahnya sendiri-sendiri.

Menurutku prinsip seorang pecinta alam itu barangkali Hidup adalah soal keberanian!!! Keberanian menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak. Terimalah dan Hadapilah, mungkin kita memiliki keberanian itu untuk menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak melainkan menerima dan menghadapi. Itulah mengapa tak jarang menjadi pecinta alam juga membuat kita menghadapi resiko kematian.

Sebahaya itukah menjadi pecinta alam? Bisa ya dan bisa tidak. Bagi pecinta alam sejati, alam adalah sebuah rahasia atau misteri. Sebuah pecinta alam mengatakan, “Jangan menjadikan alam tantangan”. Bisa jadi ada benarnya. Semakin pecinta alam merasa bahwa alam adalah tantangan maka semakin alam menjadi seperti musuh yang harus ditaklukkan. Padahal, alam bukan musuh. Alam itu ibarat rahim ibu, tempat kita lahir. Di dalamnya termaktub rahasia kehidupan, sejak asal mula, sampai kepada kematian. Bagaimana kita mengetahui rahasianya selain menceburkan diri dan mencintainya? Menurutku inilah hakekat pecinta alam sejati.

Minggu, 08 Februari 2015

Pemekaran Krayan

Pokja Percepatan dan Perluasan Pembangunan Perbatasan KRAYAN (P5K) sedang foto bersama di lahan hibah seluas 900 Ha utk lokasi pembangunan pusat pemerintahan Kec Krayan Barat, salah satu kecamatan pemekaran baru di Krayan.
Sebagaimana di ketahui bhw usulan pemekaran Krayan pd tahun 2011 adalah menjadi enam kecamatan. Tp krn Presiden SBY menetapkan moratorium maka usulan tsb otomatis terpending. Pd masa Presiden Jokowi moratorium pemekaran tsb dicabut dan kemudian setelah usulan pemekaran terdahulu dievaluasi maka selanjutnya usulan pemekaran Krayan ditetapkan oleh masy melalui panitia dan presidium menjadi lima kecamatan. Yaitu :
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
1. Kec Krayan,
2. Kec Krayan Timur,
3. Kec Krayan Barat,
4. Kec Krayan Selatan
5. Kec Krayan Tengah.
Usulan pemekaran Krayan menjadi beberapa kecamatan tsb bersambut dgn visi dan program Pj Gub Kalimantan Utara yg telah disampaikan di depan masy Krayan di Long Bawan pd tahun 2014 lalu dimana beliau menghendaki KRAYAN dijadikan DOB (Daerah Otonomi Baru) yaitu KABUPATEN KRAYAN mengingat Krayan adalah wilayah perbatasan yg memiliki potensi Kawasan Strategis Nasional. Sebagai bagian dari Taman Nasional Kayan Mentarang, sebagai bagian dari HoB (Heart Of Borneo) dan terletak pada poros tengah pulau borneo yg strategis dimana terletak pada garis perdagangan tiga negara KRAYAN (Indonesia) - Negara Bagian Sabah dan Negara Bagian Sarawak Malaysia - Brunai atau BIMP-EAGA.
Dengan demikian Krayan menjadi wilayah yg berpotensi : KINI TERBELAKANG TAPI KELAK AKAN TERDEPAN.
Statemen itu dan VISI : MEWUJUDKAN MASY KRAYAN YG BERUBAH, MANDIRI, MAJU, ADIL DAN SEJAHTERA tidak akan pernah terwujud jika tidak ada komitmen pemimpin yg kuat di tingkat kabupaten, provinsi, pusat dan jik
a tidak ada partisipasi penuh semua elemen masy Krayan.

KIRANYA TUHAN MEMBERKATI.

sumber.Tipa S Padan

Kamis, 29 Januari 2015

Kecamatan Krayan Selatan


Krayan selatan1. KEADAAN WILAYAH
Kecamatan Krayan Selatan yang terletak di daratan Pulau Kalimantan, merupakan kecamatan yang terbentuk dari pemekaran wilayah dari Kecamatan Krayan dengan luas wilayah 1.757,66 km. Kecamatan Krayan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Malinau di sebelah selatan, di sebelah barat dengan Serawak–Malaysia, di sebelah timur dengan Kabupaten Malinau serta di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Krayan.
2. PEMERINTAHAN
Status hukum seluruh desa adalah definitif. Dari 24 desa yang ada di Kecamatan Krayan Selatan keseluruhannya berklasifikasi Swakarya dan Desa Long Layu sebagai ibukota kecamatan. Jumlah badan perwakilan desa/dewan kelurahan adalah 24 sedangkan jumlah Rukun Tetangga (RT) adalah sebanyak 24 RT. Keseluruhan desa di Kecamatan Krayan Selatan terletak di kelurahan bukan pesisir yang terdiri dari desa/kelurahan di dalam kawasan hutan
berjumlah 6 desa, dan desa/kelurahan di tepi kawasan hutan 18 desa. Dari 24 desa yang ada di Krayan Selatan, 23 desa diantaranya terletak di lereng/punggung bukit dan 1 desa terletak di
dataran.Desa-desa tersebut adalah :
1 Long Pasia   –  13 Long Kelupan
2 Liang Lunuk   –  14 Long Rungan
3 Pa Ibang    –  15 Pa Urang
4 Pa Amai    –  16 Long Pupung
5 Pa Kaber   –   17 Pa Milau
6 Pa Tera    –  18 Tang Badui
7 Pa Sing    –  19 Long Mutan
8 Long Budung    –  20 Pa Yalau
9 Pa Dalan   –  21 Long Rian
10 Long Birar   –  22 Long Padi
11 Pa Upan    –  23 Ba Liku
12 Tang Paye    –  24 Binuang
3. KEADAAN PENDUDUK
Masalah kependudukan merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan.Penduduk memegang peranan yang sangat vital baik sebagai objek maupun subjek dari pembangunan itu sendiri.
Pada tahun 2012 jumlah penduduk kecamatan Krayan Selatan sebanyak 2.248 jiwa yang terdiri dari 1.187 laki-laki dan 1.061 perempuan.
Sumber penghasilan utama sebagian besar masyarakat kecamatan Krayan Selatan adalah dari  sektor pertanian.  Jumlah aparat kecamatan di Krayan Selatan berdasarkan tingkat pendidikan menurut data tahun 2011 adalah 5 orang SMA dan sederajat, dan 3 orang pendidikan sarjana (S1).
4. PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
Di Kecamatan Krayan Selatan, pasokan listrik diperoleh dari Listrik Non PLN pada tahun 2011, yaitu sebanyak 203 Kepala Keluarga yang menggunakan sarana tersebut. Karena tidak ada
pasokan listrik dari PLN, maka tidak ada penerangan di jalan utama kecamatan. Sedangkan bahan bakar yang digunakan oleh sebagian besar keluarga untuk memasak adalah kayu bakar.
Tempat buang sampah sebagian besar keluarga di Kecamatan Krayan Selatan adalah di sungai, sedangkan tempat buang air besar sebagian besar keluarga menggunakan jamban sendiri. Sumber air minum/memasak sebagian besar keluarga adalah mata air.
Kecamatan Krayan Selatan adalah salah satu kecamatan yang rawan bencana banjir, yang mana dalam 3 tahun terakhir ini terjadi pembakaran hutan/ladang/sawah yang menyebabkan kerugian/kerusakan.
5. PENDIDIKAN
Pendidikan merupkan salah satu upaya untuk mencetak sumber daya manusia yang potensial dan produktif bagi pembangunan, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan yang ada di Kecamatan Krayan Selatan.
Pada tahun 2011 di Kecamatan Krayan Selatan terdapat 1  Taman Kanak-kanak swasta, untuk  Sekolah Dasar Negeri ada 6 unit, 2 SLTP Negeri , 1 SLTP Swasta, dan 1 SMU Negeri.
6. KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA
Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, merata dan murah. Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi kesehatan masyarakat diantaranya adalah rendahnya konsumsi makanan bergizi, kurangnya sarana kesehatan serta keadaan sanitasi dan lingkungan yang tidak mendukung.
Sarana kesehatan di Kecamatan Krayan Selatan adalah : Puskesmas 1 unit, 3 tempat praktek dokter, 2 tempat praktek bidan, puskesmas pembantu 3 unit, dan posyandu 5 unit.
7. PERTANIAN
Pertanian yang meliputi pertanian tanaman pangan, pekebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan selalu diupayakan untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Pembangunan di bidang pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi, terutama untuk meningkatkan taraf hidup petani sebagai kelompok besar masyarakat, disamping itu juga untuk mendukung pertumbuhan industri.
Luas baku lahan sawah di Kecamatan Krayan Selatan pada tahun 2011 adalah sejumlah 825  ha dengan luas baku lahan bukan sawah sejumlah 89 ha. mudah, merata dan murah. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat diantaranya adalah rendahnya konsumsi makanan bergizi, kurangnya sarana kesehatan serta keadaan sanitasi dan lingkungan yang tidak mendukung.
Sarana kesehatan di Kecamatan Krayan Selatan adalah : Puskesmas 1 unit, 3 tempat praktek dokter, 2 tempat praktek bidan, puskesmas pembantu 3 unit, dan posyandu 5 unit.
7. PERTANIAN
Pertanian yang meliputi pertanian tanaman pangan, pekebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan selalu diupayakan untuk menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Pembangunan di bidang pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi, terutama untuk meningkatkan taraf hidup petani sebagai kelompok besar masyarakat, disamping itu juga untuk mendukung pertumbuhan industri.
Luas baku lahan sawah di Kecamatan Krayan Selatan pada tahun 2011 adalah sejumlah 825  ha dengan luas baku lahan bukan sawah sejumlah 89 ha.
9. ANGKUTAN, KOMUNIKASI DAN INFORMASI
Transportasi menurut fungsinya adalah untuk melayani  mobilitas orang, barang dan jasa lokal, regional, nasional, bahkan internasioanl serta berfungsi sebagai pendukung pembangunan
sektor lain. Penyelenggaraan sistem transportasi daerah mencakup transportasi darat, laut, dan udara.
Seiring dengan berkembangnya jaman menuju era globalisasi sekarang ini, informasi dan komunikasi memegang peranan yang sangat pentingdalam kehidupan masyarakat. Berbagai
kemudahan berkomunikasi merupakan salah satu dambaan masyarakat.Untuk mempermudah berkomunikasi, media komunikasi yang mudah dan cepat salah satunya adalah telepon. Pada tahun 2011, di Kecamatan Krayan Selatan tedapat 1 warung telekomunikasi (Wartel) untuk melayani masyarakat agar mudah bekomunikasi melalui telepon.
10. EKONOMI
Menurut data industri kecil, pada tahun 2011 di Kecamatan Krayan Selatan memiliki industri kecil anyaman yang berjumlah 13industri.
Pada tahun 2011 tecatat di Kecamatan Krayan Selatan tedapat 4 warung makan/minum, dan 9 toko/warung kelontong.DiKecamatan Ktayan Selatan terdapat 8 unit Koperasi Non KUD
lainnya.
11. POLITIK DAN KEAMANAN
Menurut  data tahun 2011, di partai yang memperoleh suara terbanyak pada pemilu terkhir di Kecamatan Krayan Selatan adalah Demokrat,  dan Golkar.   Kecamatan Krayan Selatan mempunyai 1 unit pos polisi dan 2 unit pos Hansip. Jumlah anggota Hansip/Linmas di Kecamatan ini berjumlah 28 orang anggota HANSIP/KAMLING.

Rabu, 28 Januari 2015

Kalimantan mungkin sedang menunggu untuk di jual juga

Perpanjangan kontrak Freeport adalah bentuk pengkhianatan terhadap Trisakti yang selama ini menjadi platform salah satu capres saat melakukan kampanye. Dengan perpanjangan Freeport, dimana lagi ada kedaulatan dan berdikari secara ekonomi?
Perpanjangan ini di ttd pada saat semua orang repot dan konsentrasi dengan adanya perseteruan cicak vs kebun binantang. bagaimana masa depan lingkungan, hak-hak masyarakat adat dan keberlanjutan kehidupan yang sejahtera bagi rakyat.
Kalimantan mungkin sedang menunggu untuk di jual juga. dan harusnya tidak boleh kita biarkan terjadi di Kalimantan.

Selasa, 27 Januari 2015

Misteri Mandau Senjata Sakti Suku Dayak


http://anehdidunia.com

Mandau adalah salah satu senjata suku Dayak yang merupakan pusaka turun temurun dan dianggap sebagai barang keramat atau memiliki kesaiktian.Selain itu mandau juga merupakan alat untuk memotong dan menebas tumbuh-tumbuhan dan benda-benda lainnya, karena nyaris sebagian besar kehidupan seharian orang Dayak berada di hutan, maka mandau selalu berada dan diikatkan pada pinggang mereka. Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak. Suku Dayak adalah suku yang gemar sekali berpetualang, sehingga untuk memberi kenyamanan dalam perjalanannya seorang putra dayak akan melengkapi dirinya dengan senjata. Salah satu senjata yang pasti dibawa dalam sebuah perantauan adalah mandau. Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak.
Kalimantan adalah salah satu dari 5 pulau besar yang ada di Indonesia. Kalimantan merupakan “daerah asal” suku Dayak. Di kalangan orang Dayak sendiri satu dengan lainnya menumbuh-kembangkan kebudayaan tersendiri. Dengan perkataan lain, kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan oleh Dayak-Iban tidak sama persis dengan kebudayaan yang ditumbuh-kembangkan Dayak-Punan dan seterusnya. Namun demikian, satu dengan lainnya mengenal atau memiliki senjata khas Dayak yang disebut sebagai mandau. Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak. Dalam kehidupan sehari-hari senjata ini tidak lepas dari pemiliknya. Artinya, kemanapun ia pergi mandau selalu dibawanya karena mandau juga berfungsi sebagai simbol kehormatan dan jatidiri. Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak.


http://anehdidunia.com

Mandau, Senjata Sakti Pusaka Suku Dayak ini dipercayai memiliki tingkat-tingkat kampuhan atau kesaktian. Kesaktian Mandau ini tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya yang melalui ritual-ritual tertentu, tetapi juga diperoleh dari pengayauan (pemenggalan kepala lawan-red). Semakin banyak orang yang berhasil di-kayau, mandau itu semakin sakti. Sebagian rambut kepala yang berhasil dikayau biasanya digunakan untuk menghias gagang mandaunya. Mereka percaya bahwa roh orang yang mati karena dikayau akan mendiami mandau sehingga mandau tersebut menjadi sakti.
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang dan berujung runcing. Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Menurut cerita masyarakat dayak, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu.


http://anehdidunia.com

Sedangkan Gagang atau hulu mandau terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung. Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti: kepala naga, paruh burung, pilin, dan kait. Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang atau rambut manusia. Bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku, serta status sosial pemiliknya.
Sementara Sarung mandau atau yang biasa disebut kumpang biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis. Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat. Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan.
Jika dicermati secara seksama, di dalam pembuatan mandau, mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan sehari-hari bagi kehidupan masyarakat. Nilai-nilai itu antara lain: keindahan (seni), ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan. Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna.


Kemana Hati Nurani Mereka

Miris, sedih, benci, marah bercampur jadi satu dalam doaku malam ini…
Kemana hati nurani mereka terhadap generasi muda yang secara perlahan kau bentuk bak seorang preman?
Kemana hati nurani mereka terhadap kegelisahan yang dirasakan orangtua mereka saat mempercayakan disini padamu ?
Kemana hati nurani mereka atas karakter kekerasan yang telah kau ciptakan pada anak-anak mu selama ini?
Kemana hati nurani mereka saat lembaga tidak digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan ?
Kemana hati nurani mereka saat menyaksikan anak-anak itu telah tercoreng oleh budaya dari luar yang sangat membahayakan bangsa ini ?
Kemana hati nurani mereka selama bertahun-tahun membiarkan semua terjadi dan kau anggap itu adalah wajar/biasa ?
Kemana hati nurani mereka terhadap janji serta amanah yang Allah titipkan melalui tangan-tangan mereka?
Kemana hati nurani mereka saat Syaitan telah masuk hingga merobek2 dadamu lalu dengan bangga kau katakan ini adalah lembaga terbaik dan terunggul?
Kemana hati nurani mereka saat kau katakan sekian puluh persen berhasil setelah belajar di sini, namun nyatanya…..hanya sebagian kecil persennya saja ?
Kemana hati nurani mereka saat kebohongan-kebohongan kau ciptakan hanya karena saat ini kau yang berkuasa?
Kemana hati nurani mereka saat mereka masuk Mesjid guna melaksanakan ibadah wajib, apa kau laporkan padaNya ?
Kemana hati nurani mereka saat fitnah dan adu domba kau biarkan demi kepentingan mu pribadi atau kepentingan individu seseorang?
Kemana hati nurani mereka saat kau tuduh oranglain, kau buang orang lain dan kau campakkan orang-orang yang mengetahui semua kedzoliman ini ?
Kemana hati nurani mereka terhadap kemunafikan-kemunafikan yang kau ciptakan ?
Kemana hati nurani mereka, tanggungjawab mereka di Akhirat, dan janji Allah  terhadap mereka !!
Tidakkah kau takut mengenai kekerasan dalam hal ini, seandainya menimpa anggota keluargamu? Sanggupkah engkau merasakannya pula, jika hal ini diputarbalikkan sehingga engkau yang mengalaminya? Dan mereka sebagai pelakunya? Hukum karma adalah hukuman atas semuanya yang telah kau lakukan selama hidup di dunia ini.
Kelak smua akan ditimbang dan mendapat balasan atas semua yang telah engkau lakukan selama ini, amal baik maupun amal soleh serta semua kebaikan dan pertolongan yang telah kau berikan pada orang yang membutuhkannya ……………………..
Kelak engkau akan merasakan bagaimana kain putih yang akan membalut tubuhmu dan menjadi pakaianmu saat perlahan kau dimasukkan ke liang kubur………lalu apa yang akan engkau perbuat di dalam? Engkau akan mengalami kekerasan itu berapa puluh kali lipat dari perbuatanmu …. Audzubillah min dzalik !
Tak ada yang menolongmu meski kau menjerit sekeras-kerasnya, yang ada cacing-cacing tanah lama kelamaan akan menggerogoti tubuhmu.

Kamus bahasa Lundayeh-By:Desiseludi(AnakBinuang)


Bahasa Dayak Lundayeh

Bahasa Dayak Lundayeh, adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Dayak Lundayeh di sepanjang sungai Sesayap, Krayan, Nunukan dan Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur serta di Brunei dan perbatasan Sabah-Sarawak, Malaysia Timur. Bahasa Lundayeh ini juga disebut sebagai bahasa Lun Bawang.


Kamus:
abpA' = air
Ve' rayeh = laut
abuh = abu
apo = atap
apui = api
decem = malam
anak = anak
angat kayuh = cabang
ate = hati
awan desur = istri
awan daih = suami
baa' = basah
badaa = pasir
bang = dalam, di dalam
bara' = bengkak
bata' = hijau
batek = perut
batuh = batu
beken = lain
beruh = baru
birar = kuning
bua' = buah
buda' = putih
bui = angin
bulan = bulan
buluh = bulu
busak = bunga
daat = buruk
dalan = jalan / jalur
dara' = darah
decem = malam
desur = perempuan
daih = laki-laki
derut = jahit
dier = leher
dilaa' = lidah
ninger = dengar
dita' = di atas
do' = baik
da'un = daun
fok = rambut
eso = hari
ma'it = sakit
nalan kukud = berjalan kaki
mong-mong = semua
enun = apa?
faa = di
faag = peras
pinuu = jarum
polong = kayu / hutan
ngapong = sembunyi
gituen = bintang
gor = guntur
icung = hidung
idan = kapan?
ideh = mereka
idey = siapa?
idi = dan
ieh = dia / dia
iko = engkau
ilad = sayap
inebpeh = jatuh
ineh = bahwa
inih = ini
isuut = kecil
item = hitam
iti' = susu, payudara
kabing = kiri
kadang = panjang
kafal = tebal
kafeh = bagaimana?
kalat = tali
karaa = besar
kefur = debu
kei = kami
keket = kering
kelatih = cacing (cacing tanah)
kelawa' = laba-laba
keli' = tahu, mengetahui
kemu' = pendek
keted = belakang
kilep = petir
kubil = kulit
kukud = kaki
kuman = makan
kutuh = kutu
laak = tahun
labo = tikus
lafut = awan
lalam = guntur
lalid = telinga
langit = langit
lawid = ikan
lemangui = berenang
lemek = lemak / minyak
lengit = dekat
liang = di bawah
lifen = gigi
lun = orang / manusia
mabal = pukul
madil = tembak
mado = jauh
mafaa' = kunyah
malaa = berkata
malid = tiup
marut = garuk
mateh = mata
matey = mati
mebarat = berat
mecing = datang
meferi' = sempit
meleu' = hangat
melifii = tipis
melutak = kotor
meluu = busuk
menifeh = ular
meno = mencuri
meriruh = tertawa
mesieb = aliran
mesip = sempit
mesuu = buka, ungkap
meteneb = dingin
metoot = takut
migu' = malu
milii' = pilih
mitung = lempar
mo' = semua
mudur = berdiri
muen = endus, mencium bau
muley = beli
mulun = hidup
muyuh = anda
naa = tidak
nalaa' = lempar
namai = tanaman
nan = di
nangi' = nangis
nebpek = tusuk, menusuk
nefeh = hantam
ngabet = ikat, kencangkan
ngadan = nama
ngadel = kusam, tumpul
ngafak = bagi
nganga' = luas
ngatey = bunuh
ngefut = tembak
ngekem = kerja
ngelaak = masak
ngelicaa' = ludah
ngerawey = berpikir
ngered = tua
ngeseb = bakar
ngeteb = potong
ngiap = hitung
ngilip = berburu
ngimet = pegang
nginiat = bernafas
nginufii = mimpi
ngirup = minum
nguab = menguap
ngubit = gigit
ngukab = buka
ngukat = gali
ngutaa' = muntah
nguut = hisap
niti' = hisap
rabub = rokok
rabun = kabut
rayeh = besar
remier = belok
rudap = tidur
ruma' = rumah
sia' = merah
sium = lihat
suiit = burung
taang = mulut
tadem = tajam
takung = danau
taman = ayah
tana' = bumi / tanah
telubid = baring
temubu' = tumbuh
temulud = terbang
terur = telur
teu = kita
ticu' = tangan
tinan = ibu
tinei' = usus
tinueh = kanan
tucu' = garam
tudo = duduk
tudung = bahu
tukung = nyamuk
tulang = tulang
tuluu = benar, betul
tumeh = kutu
udan = hujan
uduh = rumput
ukey = mendaki, manjat
uko' = anjing
uluh = kepala
uwi = aku, saya
wang = daging
wat = akar
ya' = rumput
yafeh = mana?
yur = ekor

bilangan:
eceh = satu
dueh = dua
teluh = tiga
afaat = empat
limeh = lima
enem = enam
tudu' = tujuh
waluh = delapan
liwa' = sembilan
fulu' = sepuluh
dueh ngefulu' = duapuluh
limeh ngefulu' = limapuluh
ratuu = seratus
ribuu = seribu